6 Cara Mengatasi Asma Kambuh Saat Bepergian Atau Liburan

Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang sering terjadi terlepas dari lokasi dan waktu. Demikian juga, saat Anda bepergian jauh atau sibuk berlibur, serangan asma dapat terjadi dan mengganggu aktivitas Anda. Ingat, jangan pernah meremehkan serangan asma karena ini bisa mengancam jiwa jika tidak segera diobati. Ayo, cari tahu cara cepat menangani terjadinya asma di tengah liburan berikut ini.

Cara mengatasi kekambuhan asma saat liburan

Memiliki asma tidak berarti Anda tidak dapat bepergian jauh. Selama Anda tahu bagaimana menghadapi serangan asma dengan benar dan cepat, aktivitas apa pun yang Anda lakukan saat jauh dari rumah akan terus berfungsi tanpa hambatan.

Nah, inilah cara mengatasi kambuh asma dengan cepat dan efektif.

  • Hindari udara dingin di tempat liburan

Asma tidak bisa disembuhkan, tetapi Anda bisa mengendalikan gejalanya dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan kambuhnya asma. Misalnya udara dingin atau udara yang penuh polusi.

Perhatikan perubahan cuaca di tempat tujuan Anda. Jika cuaca dingin atau terlalu panas dan kering, Anda harus menghindari pergi ke luar hotel atau untuk sementara waktu. Alasannya adalah bahwa udara dingin atau kering dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan peradangan, sehingga memperburuk asma.

Untuk mengantisipasi hal ini, gunakan pakaian hangat dan tebal agar tubuh Anda tidak menjadi dingin dan memicu kambuhnya asma. Lebih penting lagi, jangan menunggu serangan asma baru untuk menghadapinya, ya.

  • Gunakan inhaler

Jika gejala asma telah kambuh di tengah liburan, segera gunakan inhaler sebagai pertolongan pertama. Cara menangani asma ini praktis dan cukup efektif untuk meringankan serangan asma mendadak.

Anda juga dapat menggunakan nebulizer portabel yang tidak membutuhkan listrik, sehingga cukup banyak dibawa kemana saja. Keduanya bisa Anda andalkan saat asma Anda kembali, jadi tidak ada salahnya untuk membawa kedua benda penting ini dalam koper Anda.

Terakhir namun tidak kalah penting, pastikan Anda memahami cara menggunakan inhaler dan nebuliser serta jenis obat yang digunakan. Sebaliknya, gunakan obat bronkodilator dalam bentuk albuterol yang efektif dalam mengurangi gejala asma dalam waktu 4-6 jam.

  • Siapkan cadangan obat asma

Jangan hanya mengandalkan inhaler atau nebulizer untuk mengobati kekambuhan asma selama liburan. Anda juga harus menyiapkan cadangan obat asma jangka panjang untuk mengantisipasi jika Anda perlu tiba-tiba memperpanjang waktu perjalanan atau liburan.

Pengubah leukotrien adalah salah satu obat asma jangka panjang yang dapat Anda manfaatkan dari sudut pandang ini. Jenis obat ini harus diminum setiap hari berdasarkan dosis yang dianjurkan.

  • Periksa dengan dokter terdekat Anda

Memeriksa kesehatan dokter secara teratur adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatasi asma. Hal ini dikemukakan oleh dr. Rohit K. Katial, spesialis alergi, asma dan imunologi dan profesor kedokteran di National Jewish Health di Denver, Amerika Serikat, dikutip oleh Everyday Health.

Terutama jika gejala asma tidak membaik dan memburuk, mengunjungi dokter terdekat adalah satu-satunya cara. Dokter akan memeriksa fungsi paru dan menyesuaikan tingkat obat yang diberikan. Jika obat asma yang Anda gunakan tidak lagi efektif, dokter Anda dapat memberikan obat asma tambahan untuk mengurangi gejala Anda.

  • Perhatikan membersihkan tempat tidur

Meskipun hotel atau penginapan ini tentu saja menciptakan suasana yang nyaman dan bersih, masih perlu diwaspadai kemungkinan alergen tetap ada di dalam ruangan. Apakah itu tungau, debu, bulu hewan atau serbuk sari, semua ini dapat memicu gejala asma.

Tidak ada salahnya untuk membawa selimut Anda sendiri dan tempat tidur tambahan untuk mencegah paparan alergen. Cara menangani asma ini dijamin membuat aktivitas perjalanan Anda lebih nyaman dan meminimalkan serangan asma berulang.

  • Hindari merokok

Cara mengatasi asma yang tak kalah penting adalah dengan menghindari rokok. Ya, partikel beracun dari rokok dan asap dapat memperburuk asma dan merusak paru-paru secara mendalam.

Jika Anda bepergian dengan anggota keluarga atau kolega yang memiliki kebiasaan merokok, Anda harus menjauh sehingga Anda tidak merokok. Jangan takut untuk memberi tahu mereka bahwa Anda menderita asma. Pemahaman bersama ini akan sangat membantu Anda untuk menghindari asma berulang.

Baca juga :